Household Socioeconomic Status and Nutritional Knowledge of Mothers of Stunted and Non-Stunted Toddlers in Tulang Bawang Tengah District

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Rahmadani Tanjung
Yaktiworo Indriani
Muhammad Ibnu

Abstract

Stunting is one of the critical public health issues prioritized in Indonesia’s national development agenda. This study aims to analyze the differences in household socioeconomic status and maternal nutritional knowledge among mothers of stunted and non-stunted toddlers in Tulang Bawang Tengah District. The total sample comprised 42 mothers of toddlers, including 21 mothers of stunted toddlers and 21 mothers of non-stunted toddlers. Data were analyzed using quantitative descriptive statistics and the Mann–Whitney U test. The results showed that household income and maternal nutritional knowledge significantly contributed as indirect factors in the occurrence of stunting. There was a significant difference in household income between mothers of stunted and non-stunted toddlers. The level of nutritional knowledge among mothers of stunted toddlers was categorized as moderate. Therefore, it is necessary to enhance mothers’ curiosity and interest in learning more about food, nutrition, and signs of malnutrition in toddlers, in order to better prevent stunting.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
1.
Tanjung R, Indriani Y, Ibnu M. Household Socioeconomic Status and Nutritional Knowledge of Mothers of Stunted and Non-Stunted Toddlers in Tulang Bawang Tengah District. jdk [Internet]. 2025 Mar. 30 [cited 2026 Oct. 17];13(1):138-45. Available from: https://jdk.ulm.ac.id/index.php/jdk/article/view/760

References

  1. Muthia G, Edison E, Yantri E. Evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting ditinjau dari intervensi gizi spesifik Gerakan 1000 HPK di Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman. J Kesehat Andalas. 2020;8(4).
  2. Haryono D, Marlina L. Partisipasi masyarakat pada pencegahan stunting di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Indones J Polit Policy. 2021;3(2):42–52.
  3. Yuliastini S, Sudiarti T, Sartika RAD. Factors related to stunting among children age 6–59 months in Babakan Madang sub-district, West Java, Indonesia. Curr Res Nutr Food Sci J. 2020;8(2):454–61.
  4. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
  5. Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Provinsi Lampung. Laporan Semester I Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.
  6. Ulfani DH, Martianto D, Baliwati YF. Faktor-faktor sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat kaitannya dengan masalah gizi underweight, stunted, dan wasted di Indonesia: pendekatan ekologi gizi. J Gizi Pangan. 2011;6(1):59–65.
  7. Sundari S, Khayati YN. Analisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Indones J Midwifery. 2020;3(1):17–22.
  8. Wardani DWSR, Wulandari M, Suharmanto S. Hubungan faktor sosial ekonomi dan ketahanan pangan terhadap kejadian stunting pada balita. J Kesehatan. 2020;11(2):287–93.
  9. Budiana TA, Nugrahaeni DK, Mauliku NE. Perbedaan determinan faktor keluarga dengan kejadian balita stunting di pedesaan dan perkotaan. Gema Wiralodra. 2023;14(1):375–82.
  10. Sutarto S, Azqinar TC, PS RD. Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan. J Dunia Kesmas. 2020;9(2).
  11. Rakasiwi LS, et al. Pengaruh faktor demografi dan sosial ekonomi terhadap status kesehatan individu di Indonesia. Kajian Ekon Keuang. 2021;5(2):146–57.
  12. Purnamasari DU, Dardjito E, Kusnandar K. Hubungan jumlah anggota keluarga, pengetahuan gizi ibu dan tingkat konsumsi energi dengan status gizi anak sekolah dasar. Kesmas Indones. 2016;8(2):49–56.
  13. Pertiwi FD, Prastia TN, Nasution A. Hubungan faktor sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. J Ilmu Kesehat Masyarakat. 2021;10(4):208–16.
  14. Anugrahaeni HA, Nugraheni WT, Ningsih WT. Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. J Keperawatan Widya Gantari Indones. 2022;6(1):64–72.
  15. Ernawati A. Media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. J Litbang Media Inform Penelit Pengemb IPTEK. 2022;18(2):139–52.
  16. Utami RA, Setiawan A, Fitriyani P. Identifying causal risk factors for stunting in children under five years of age in South Jakarta, Indonesia. Enferm Clin. 2019;29:606–11.